Belum sempat matahari bangun dari peraduannya. Gadis bermata biru tengah bersiap- siap mengemas barang-baranag pribadinya. Dengan langkah yang bimbang ditinggalnya desa itu. Tak lupa disalaminya semua warga yang ia temui di jalan tanpa kecuali dua kawan lama si buruh dan si nelayan. “Maaf hari saya harus pergi ke kota karena masa baktiku sudah habis” katanya dengan mata tertunduk. Dua sahabat itupun bertanya “Aneh sekali mba, bukannya Pa Lurah memperpanjang masa bakti mba” tanya si buruh kepadanya. “Iya mba,, disini warga masih membutuhkan pertolongan mba” imbuhnya si nelayan. “nga ah mas saya rasa sudah cukup,,lagian saya juga masih ada urusan di kampus saya”. Suasana pun hening sejenak, “Oh iya bagaimana kalo kami antar” ungkap si nelayan memecah keheningan. “ndak usah mas nga enak,taku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s